;
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam kenal, aku Zainoel Arifin Isa'i, penulis dan pengelolah Blog tutorial desain grafis "Belajar Coreldraw".

Blog ini menyajikan ratusan tulisan tutorial berkualitas tentang Desain Grafis, sebagian besar berdasarkan kasus yang dialami pada Indonesia Coreldraw Community (indoCCom). Tutorial ini ditulis hanya bertujuan untuk referensi dan latihan yang praktis dengan menggunakan aplikasi Coreldraw dan Corel Photo-Paint, Jika sampeyan menganggap tutorial pada Blog ini bermanfaat, tularkan pada rekan-rekan yang lain, dan yang terakhir aku ucapkan beribu terima kasih kepada Pakde Blogger yang telah memberi fasilitas yang serba gratis.....

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Menikmati....





22 August 2014

Cara Menghitung Luas dan Keliling Bidang Datar di CorelDRAW

Pertanyaan dari member KPCI, saudara Adrika Abu Uwais, demikian pertanyaannya:
ASK : agan2 master sekalian, ane mau tanya bisakah menghitung luas area polygon pakai Corel?
Jawab:
emangnya corel itu kalkulator..    tapi bisa, pakai Macros.. (Bahasa Visual Basic nih)... script dibawah ini untuk  Luas dan Keliling semua objek bidang datar, gak cuma polygon..

Dibawah ini adalah contoh perbedaan menggunakan rumus matematika dan menggunakan macros dalam menghitung luas dan keliling objek, setiap objek mempunyai rumus sendiri-sendiri, misal untuk objek polygon, alternatif terbaik membagi objek polygon dalam bentuk beberapa segitiga sesuai dengan banyaknya sudut, kalau menggunakan macros hitung luas dan keliling tinggal pencet tombol yang sudah kita buat sebelumnya, otomatis keluar jumlah luas dan keliling objek;




Untuk memasang macros menghitung luas dan keliling bidang datar caranya sebagai berikut:

1. Copy script dibawah ini;

'Menghitung luas dan keliling bidang datar
Public Sub hitungLuas()
Dim bidang As Shape
Dim Luas As Long
Dim Keliling As Long
ActiveDocument.Unit = cdrCentimeter
Set bidang = ActiveDocument.ActiveShape.Duplicate
bidang.ConvertToCurves
Luas = bidang.Curve.Area
Keliling = bidang.Curve.Length
bidang.Delete
MsgBox "Luas: " & Luas & " cm." & vbCrLf & "Keliling: " & Keliling & " cm.", vbApplicationModal
End Sub

Kita bisa mengubah Drawing Units Centimeter (yang warna merah) menjadi Millimeter, cm (yang warna biru) menjadi mm

2. Selanjutnya buka program CorelDRAW, pada Menu Bar > Tools > Macros > klik Macro Editor... atau bisa dengan cara cepat pijit tombol Alt+F11 di keyboard;


3. GlobalMacros (GlobalMacros.gms) > pilih Modules > doubel klik pada CorelMacros;


4. Sehingga muncul GlobalMacros.gms - CorelMacros.gms, selanjutnya Paste-kan script yang tadi kita Copy dibawah script yang sudah ada (yang aku beri tanda panah);


5. Hasilnya akan seperti yang aku beri kotak merah;


5. Kemudian pijit tombol Save GlobalMacros.gms atau cukup dengan pijit tombol Ctrl+S di keyboard;


6. Langkah selanjutnya kita buat tombol baru tentang hitung luas, langkahnya Menu Bar > Tool > Options > Workspace > Customization > Commonds > Appearance dan buat icon tombol baru atau import icon yang ada, setelah selesai, drag atau seret icon ke deretan atau kelompok icon yang lain;


7. Selanjutnya, klik tahan dan seret atau drag ke Standard Bar atau bisa juga ke Property Bar, Setelah selesai proses membuat icon dan proses draging icon klik OK, dan jangan lupa untuk menyimpan perubahan klik Save Settings As Default pada menu Tools;


8. Cara memakainya, misal pada objek Polygon, klik atau seleksi pada objek Polygon yang akan kita ketahui luas dan kelilingnya, kemudian pijit tombol HitungLuas yang telah kita buat tadi;



9. Sehingga luas dan keliling objek bidang datar dalam hal ini objek Polygon bisa kita lihat seperti gambar dibawah ini;



Demikian semoga bermanfaat, salam vector...


Source: KPCI
Created by: @BaniAdams




20 August 2014

Modifikasi Objek Hasil Trace Bitmap Di CorelDRAW

Pertanyaan dari salah satu anggota KPCI saudara Herman Efendi, sebagai berikut;
"Ada pesanan cutting stiker buat mobil bikin ayat kayak gini, kalau ane scan terus bikin ulang pake bezier, kalau menurut member kpcd gimana yang lebih simpel"
Gambarnya seperti di bawah ini, gambar tersebut kayaknya bukan hasil scanner, tapi gambar yang di foto digital kemudian di upload di Komunitas Pengguna CorelDRAW Indonesia, sebenarnya gambar yang melalui proses scanner hasilnya lebih bagus, tapi tidak apalah meskipun gambarnya apa adanya masih bisa bisa di Trace Bitmap.


Kita anggap gambar tersebut adalah hasil scanner.  Langkah-langkahnya sebagai berikut;
1. Croping dulu gambar sesuai dengan kebutuhan menggunakan Crop tool di Toolbox;


2. Seleksi objek dengan klik pada objek, kemudian pada Menu Bar > Bitmaps > klik Convert To Bitmap, pilih Color mode: Grayscale (8-bit);


3. Hasilnya akan seperti gambar dibawah ini;


4. Selanjutnya kita lakukan proses penyelarasan gambar bitmap, masinh pada Menu Bar > Effects > Adjust > pilih Bridhtness/Contrast>Intensity, dan atus pada slider seperti dibawah ini;


5. Sehingga hasilnya akan seperti gambar dibawah ini;


6. Objek bitmap masih dalam keadaan terpilih. Langkah selanjutnya pada Property Bar pijit tombol Trace Bitmap > pilih Outline Trace > High Quality Image...


7. Pada kotak dialog Power Trace beri tanda centang Remove background dan beri juga tanda centang juga pada Delete original image kemudian klik OK,;


8. Maka pada area halaman kerja objek gambar image tadi sudah berubah menjadi kurva atau gambar vector, kemudian langkah untuk mengedit atau modifikasi dengan menghapus node yang tidak perlu, caranya menggunakan Shape tool di Toolbox, seleksi semua node pada objek kurva dengan cara draging, dan pijit tombol Reduce Nodes pada Property Bar, sehingga node yang tidak perlu akan terhapus;



9. Kemudian masih tetap menu Shape tool, atur atau edit pada outline yang kurang rapi dengan cara mengatur dengan pointer (mouse) pada node-node yang ada;


10. Sehingga hasil akhir seperti gambar dibawah ini, langkah diatas tidak memerlukan waktu lama, tapi sudah menghasilkan kualitas gambar yang cukup baik, jadi kita tidak perlu menggunakan proses tracing secara manual yang memerlukan waktu lama;


11. Dibawah ini adalah hasil dari tracing manual dari saudara Herman Efendi yang memerlukan waktu lama dari siang hingga petang, sayang kan waktu terbuang percuma, padahal kita bisa membuatnya hanya dalam waktu beberapa menit saja;


Demikian tutorial tentang trik tracing otomatis dengan CorelDRAW.. semoga bermanfaat.... salam vector..




11 August 2014

Cara Membuat Desain Flat Long Shadow Dengan CorelDRAW

Dari pada sering ditanyakan tentang cara membuat long shadow atau bayangan memanjang pada desain plat, gak tau kenapa mungkin saking populernya desain model seperti itu, oleh sebab itu lebih baik aku share saja cara membuatnya.
Sangat sederhana, cuma butuh beberapa langkah mudah, cara ini bisa diaplikasi pada berbagai desain misalnya ikon, tulisan atau bentuk-bentuk lain yang tidak terlalu rumit.

Suatu misal kita akan membuat desain flat long shadow seperti gambar dibawah ini;


Langkahnya sebagai berikut;

1. Siapkan objek dasar apa saja yang akan kita beri efek long shadow;


2. Kita beri warna sesukanya di Color Palette;


3. Seleksi salah satu objek, misal objek yang warna orange, selanjutnya pada Toolbox pilih Extrude tool arahkan pada objek, klik tahan dan geser kearah diagonal dan lepas, lakukan juga pada objek yang lain, sehingga seperti gambar dibawah ini hasilnya;


4. Ubah dengan warna hitam pada semua efek Extrude, caranya pada Property Bar klik tombol Extrusion color > pilih Use solid color disitu ubah dengan warna hitam;


5. Sehingga hasilnya seperti gambar dibawah ini, selanjutnya seleksi semua objek, bisa cukup hanya pijit tombol Ctrl+A di keyboard;


6. Kemudian pada Menu Bar > Arrange > klik pada Break Apart atau pijit tombol Ctrl+K di keyboard, sehingga objek akan terpisah dari objek aslinya, dan objek hasil extrude masik dalam keadaan group, pijit Ctrl+U (Ungroup) di keyboard untuk memisah dan pada Property Bar pijit tombol Weld untuk menggabung, lakukan juga pada hasil Extrude objek yang lainnya;


7. Langkah selanjutnya kita lakukan proses transparansi dengan perintah Transparency tool di Toolbox, arahkan mouse pada objek klik tahan geser lepas;


8. Kita lakukan juga pada objek lainnya, tapi pada Property Bar setting seperti tampak gambar dibawah ini;


9. Selanjutnya proses Intersection antar objek, pertama klik objek warna putih dan Shift+klik objek bayangan dari objek warna kuning dan pijit tombol Intersect, lakukan juga pada objek warna orange dan bayangan dari objek warna putih, kemudian Delete objek bayangan aslinya dari objek warna kuning dan putih;


10. Sehingga hasil akhir akan seperti gambar dibawah ini, selesai;


Sebagai contoh dibawah ini aku sertakan gambar Desain Flat Long Shadow, semoga menginspirasi, salam vector.....






15 Sub Sektor Industri Kreatif di Indonesia

Sebagai seniman dan pekerja kreatif kita sangat merespon visi misi Jokowi tentang Industri kreatif, kita berharap apa yang diungkapkan Jokowi dapat direalisasikan dengan cepat apabila terpilih menjadi presiden Indonesia. Adapun lingkup industri kreatif mencakup 15 subsektor, antara lain:
  1. Periklanan (Advertising): Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa periklanan, yakni komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu. Meliputi proses kreasi, operasi, dan distribusi dari periklanan yang dihasilkan, misalnya riset pasar, perencanaan komunikasi periklanan, media periklanan luar ruang, produksi material periklanan, promosi dan kampanye relasi publik. Selain itu, tampilan periklanan di media cetak (surat kabar dan majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan media reklame sejenis lainnya, distribusi dan delivery advertising materials or samples, serta penyewaan kolom untuk iklan.
  2. Arsitektur: Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan desain bangunan secara menyeluruh, baik dari level makro (town planning, urban design, landscape architecture) sampai level mikro (detail konstruksi). Misalnya arsitektur taman, perencanaan kota, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan sejarah, pengawasan konstruksi, perencanaan kota, konsultasi kegiatan teknik dan rekayasa seperti bangunan sipil dan rekayasa mekanika dan elektrikal.
  3. Pasar Seni & Barang Antik: Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni dan sejarah yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan dan internet, meliputi barang-barang musik, percetakan, kerajinan, automobile, dan film.
  4. Kerajinan (Craft): Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat atau dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai proses penyelesaian produknya. Antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu dan besi), kaca, porselen, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal).
  5. Desain: Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.
  6. Fesyen (Fashion): Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultasi lini produk berikut distribusi produk fesyen.
  7. Video, Film dan Fotografi: Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi atau festival film.
  8. Permainan Interaktif (Game): Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Sub-sektor permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.
  9. Musik: Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi atau komposisi, pertunjukkan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.
  10. Seni Pertunjukkan (Showbiz): Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukkan. Misalnya, pertunjukkan wayang, balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukkan, tata panggung, dan tata pencahayaan.
  11. Penerbitan dan Percetakan: Kegiatan kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi, saham dan surat berharga lainnya, paspor, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film.
  12. Layanan Komputer dan Piranti Lunak (Software): Kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi, termasuk layanan jasa komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.
  13. Televisi & Radio (Broadcasting): Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay (pemancar) siaran radio dan televisi.
  14. Riset dan Pengembangan (R&D): Kegiatan kreatif terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi, serta mengambil manfaat terapan dari ilmu dan teknologi tersebut guna perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Termasuk yang berkaitan dengan humaniora, seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen.
  15. Kuliner: Kegiatan kreatif ini termasuk baru, kedepan direncanakan untuk dimasukkan ke dalam sektor industri kreatif dengan melakukan sebuah studi terhadap pemetaan produk makanan olahan khas Indonesia yang dapat ditingkatkan daya saingnya di pasar ritel dan passar internasional. Studi dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi selengkap mungkin mengenai produk-produk makanan olahan khas Indonesia, untuk disebarluaskan melalui media yang tepat, di dalam dan di luar negeri, sehingga memperoleh peningkatan daya saing di pasar ritel modern dan pasar internasional. Pentingnya kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa Indonesia memiliki warisan budaya produk makanan khas, yang pada dasarnya merupakan sumber keunggulan komparatif bagi Indonesia. Hanya saja, kurangnya perhatian dan pengelolaan yang menarik, membuat keunggulan komparatif tersebut tidak tergali menjadi lebih bernilai ekonomis. Kegiatan ekonomi kreatif sebagai prakarsa dengan pola pemikir cost kecil tetapi memiliki pangsa pasar yang luas serta diminati masyarakat luas diantaranya usaha kuliner, assesoris, cetak sablon, bordir dan usaha rakyat kecil seperti penjual bala-bala, bakso, comro, gehu, batagor, bajigur dan ketoprak.

    image source: kyuuki




Branding, Advertising dan Marketing Public Relation

Sejak tahun 1984 sampai sekarang, produk-produk Apple selalu laku keras di pasaran. Fenomena yang tidak biasa untuk produk yang dinilai memiliki harga yang kemahalan. Apple berhasil mengalahkan produk-produk kompetitornya yang sebenarnya memiliki fitur tidak kalah canggih serta memiliki harga yang cenderung lebih murah.

Pada tahun 2012, Magnum membayar sutradara Bryan Singer untuk menciptakan iklan ‘As Good As Gold’. Iklan ini diciptakan agar terlihat seperti sebuah trailer film sungguhan. Hasilnya, meskipun rasa Magnum Gold sebenarnya relatif biasa saja, namun iklan ini berhasil membangkitkan minat dan rasa penasaran masyarakat Indonesia terhadap Magnum.

Dua tahun sebelumnya, pada tahun 2010, Pantene berhasil meraih prestasi sebagai market leader di bidang shampo dengan mengalahkan Sunsilk dan Clear. Keberhasilan Pantene ini tidak lepas dari strategi untuk menjadikan Anggun sebagai brand ambassador. Anggun, sebagai brand ambassador sejati--yang memang memiliki rambut bagus dan benar-benar pengguna Pantene-- berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Tiga kasus diatas memiliki satu persamaan: Apple, Magnum dan Pantene merupakan perusahaan/produk yang berhasil meningkatkan jumlah pendapatan melalui suatu usaha komunikasi. Namun jika diperhatikan lebih dalam, sebenarnya tiga kasus di atas memiliki perbedaan yang sangat signifikan: Apple sukses lewat proses branding, Magnum sukses lewat strategi advertising/periklanan, dan Pantene sukses lewat usaha marketing public relation.

Branding, advertising dan marketing public relation merupakan tiga jenis strategi komunikasi yang bisa dikatakan serupa tapi tak sama. Ketiganya bisa meningkatkan keuntungan perusahaan, tapi mereka memiliki teknik yang cenderung berbeda. Ilustrasi di bawah ini akan menjelaskan perbedaan di antara ketiganya. Let's enjoy it!

*Gambarnya jelek, buru-buru bikinnya. Tapi abaikan aja deh, yang penting kan isinya.


    source: indoCCom, by: Fikri Fauzan Hasan *kyuuki




10 August 2014

Membuat Garis Menit Jam Sejajar Dengan Jarak Sama Di CorelDRAW

Pertanyaan dari saudara Hendra Hrp 5 Agustus pukul 11:32 di KPCI, pertanyaannya sebagai berikut:
Mohon bantuannya gan...
Cara buat Spasi menitnya agar sama dan sesuai dengan lingkarannya.. pake tool apa gan...
Mohon bantuannya mas Zainoel Arifin Isa'i...

Kira-kira yang dimaksud seperti yang aku lingkari pada gambar berikut;


Jawab:
1. Kunci jawabnya ada di jumlah garis pada menit, dalam 1 jam ada 60 menit, jadi mudah saja gak perlu dihitung pasti jumlah garisnya masih tetap ada 60,  ok.. sebagai langkah awal kita membuat background dulu, kita buat lingkaran dengan Ellipse tool di Toolbox;


2. Kita buat gradient dengan perintah Interactive Fill tool juga di Toolbox, klik tahan pada objek dan geser kesamping trus lepas mouse, pada Property Bar ubah warna pada Fill color menjadi abu-abu;


3. Piih Radial, dan atur gradasi sedemikian rupa dengan menggeser-geser navigasi slider gradasi pada objek;


4. Atur bayangan menggunakan perintah Drop Shadow juga di Toolbox, caranya juga sama dengan perintah diatas yaitu klik tahan - geser lepas;


5. Langkah ini adalah langkah yang kita maksud yaitu membuat garis sejajar sama jaraknya, menu yang dipakai adalah Star tool letaknya juga di Toolbox, cara membuatnya klik Star tool > pada Property Bar pada kolom yang aku lingkari tersebut isi dengan 60 dan 99, selanjutnya klik tahan - geser lepas di area background yang telah kita buat, hasilnya seperti gambar dibawah;


6. Copy/Paste objek polygon yang telah kita buat, ubah pada kolom isian menjadi 12 dan 99, dan ubah juga tebalnya garis menjadi 1 mm, segingga hasilnya seperti dibawah ini;


7. Selanjutnya buat objek lingkaran dua buah dan seleksi keduanya trus pijit tombol Combine di Property Bar;



8. Untuk menghasilkan objek yang dimaksud kita lakukan proses perintah PowerClip, seleksi dengan klik objek Star dan pada menu Effects > PowerClip > pilih Place Inside Frame...


9. Dan arahkan panah pada objek lingkaran yang telah di Combine tersebut;


10.  Pada Color Palette klik kanan pada yang tanda silang untuk menyembunyikan outline merah;


11. Hasilnya seperti gambar dibawah ini;

12. Selanjutnya kita gambar asesoris tambahan, seperti nomor, jarum dsb.....

Pepatah lama mengatakan "Waktu adalah uang" weleh..weleh..., demikian semoga bermanfaat, salam vector...






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...